Halaman

Rumah Utama Tanpopo

Rumah Utama Tanpopo

Rabu, 13 Februari 2013

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN 2013




Menyongsong tahun pelajaran 2013/2014 PAUD BERKEBUN TANPOPO siap menerima siswa baru dengan ketentuan sebagai berikut :

I.      Waktu Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 Maret 2013
Hari kerja Senin-Jum’at : 08.00-16.00 WIB
Hari Sabtu : 08.00-12.00 WIB

II.     Tempat Pendaftaran
PAUD BERKEBUN TANPOPO
Alamat : Jl. Riung Arum Raya No. 40 Bandung
Telp : 022-7565003
SMS : 085624159984 miss Elly
       08121408312 miss Anggi

III.    Kuota Pendaftaran
Kelas Play Group : 2 Kelompok (maksimal 8 siswa/kelompok oleh 1 pengajar)
Kelas TK A : 2 Kelompok (maksimal 8 siswa/kelompok oleh 1 pengajar)
Kelas TK B : 2 Kelompok (maksimal 8 siswa/kelompok oleh 1 pengajar)

IV.    Syarat-syarat Pendaftaran
Pada Bulan Agustus 2013 minimal :
1.    Berusia 3 tahun untuk Play Group
2.   Berusia 5 tahun untuk TK A
3.   Berusia 6 tahun untuk TK B

V.     Kelengkapan Pendaftaran
1.    Menyerahkan photo copy akta kelahiran
2.   Pas photo berwarna 3x4 sebanyak 3 lembar
3.   Mengisi formulir pendaftaran

VI.    Biaya-biaya
1.    Siswa Baru PAUD BERKEBUN TANPOPO
NO
KETERANGAN
BIAYA
1
Uang Pendaftaran
Rp100.000
2
Uang Pangkal dan Kegiatan
Rp3.000.000
3
SPP Bulan Juli 2013
Rp250.000
4
Uang Seragam
Rp300.000

JUMLAH
Rp3.650.000

2.   Siswa PAUD BERKEBUN TANPOPO
NO
KETERANGAN
BIAYA
1
Uang Kegiatan
Rp1.000.000

JUMLAH
Rp1.000.000

VII.   Tanda Jadi/DP
Orang tua yang telah memutuskan untuk menyekolahkan putra/putrinya di PAUD BERKEBUN TANPOPO diwajibkan untuk membayar tanda jadi sebesar satu juta rupiah (Rp1.000.000)
Bila karena sesuatu dan lain hal ternyata putra/putrinya tidak jadi masuk ke PAUD BERKEBUN TANPOPO, maka tanda jadi tersebut dapat dikembalikan kembali 50% (Rp500.000) dan tidak dapat dikompensasikan untuk pembayaran yang lain, atau dialihkan ke pihak lain. Jika saat pemlatalan ternyata telah membayar melebihi tanda jadi, maka kelebihan pembayaran tersebut akan dikembalikan.

VIII.  Daftar Ulang
1.    Pembayaran angsuran I yaitu 50% dari sisa pembayaran dilaksanakan saat daftar ulang yaitu tanggal 1 Mei-30 Juni 2013
2.   Pelunasan angsuran II yaitu 50% dari sisa pembayaran dilaksanakan sebelum Tes Akhir Semester yaitu tanggal 1-30 November 2013-02-11
3. Pengambilan seragam dan bahan ajar dilaksanakan setelah pembelajaran semester 1 dimulai dan paling lambat bulan Agustus 2013-02-11
4.   SPP dibayarkan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya

IX.   Awal Tahun Pelajaran 2013/2014
Awal tahun pelajaran 2013/2014, hari senin 8 Juni 2013, pada hari tersebut siswa masuk sekolah pukul 08.00-12.00 WIB

X.    Diskon
Diskon diberikan untuk siswa baru PAUD BERKEBUN TANPOPO dengan ketentuan sebagai berikut :
1.    Pendaftar di bulan Maret dan melunasi seluruh biaya : Free Registration + Diskon 10% Uang Pangkal dan Kegiatan (Total Rp400.000)
2.   Pendaftar di bulan April dan melunasi seluruh biaya : Diskon 10% Uang Pangkal dan Kegiatan (Total Rp300.000)
3.   Pendaftar di bulan Maret dan membayar tanda jadi : Diskon 5% Uang Pangkal dan Kegiatan (Total Rp150.000)
4.   Pendaftar di bulan April dan membayar tanda jadi : Free Registration (Total Rp100.000)

XI.   Reward
Bagi orang tua siswa yang merekomendasikan PAUD BERKEBUN TANPOPO kepada siswa baru mendapat reward berupa voucher Rp100.000/siswa (diberikan setelah siswa baru membayar tanda jadi)

XII.  Seragam
Seragam
1.    Harian
2.   Olah raga
3.   Berkebun
4.   Celemek

XIII. Fasilitas

1.    Bahan belajar siswa

Lembar kegiatan siswa, buku bacaan, buku tulis, buku gambar, kanvas gambar
2.   Alat tulis siswa
Papan dada, pensil, penghapus, crayon, cat air, kuas
3.   Alat keterampilan siswa
Kertas lipat, lem, gunting, spon, dan bahan keterampilan lainnya 
4.   Alat musik
Pianica, angklung
5.   Alat berkebun siswa
Sekop, pot, bibit, tanah, pupuk
6.   Makan siang bergizi
7.   Snack sehat
8.   Buku laporan siswa
9.   Buku penghubung guru dan orang tua siswa
10. Pemeriksaan kesehatan
Dokter anak, dokter gigi, dan psikolog
11.  Field trip
1 kali setiap semester
12. Ekstrakulikuler
Mengaji : Selasa 11.00-12.00
Menggambar : Rabu 11.00-12.00
Bahasa Inggris : Kamis 11.00-12.00
13. Alat permainan edukasi
14. Alat permaianan motorik kasar
15. Alat permainan tradisional
16. Ruang belajar yang mendukung pembelajaran
17. Perpustakaan mini
 

XIV. Lain-lain
Hal yang belum jelas dapat ditanyakan kepada panitia penerimaan peserta didik baru 2013.

Foto-foto































Minggu, 10 Februari 2013

Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sejak usia dini



Anak adalah pribadi yang unik, ia bukanlah seorang dewasa yang bertubuh kecil. Namun ia adalah sosok pribadi yang berada dalam masa pertumbuhan baik secara fisik, mental dan intelektual. Mereka mengalami berbagai fase dalam perkembangannya,dimana pada usia 2 sampai 5 tahun merupakan fase yang paling aktif, terutama pada perkembangan otak anak,oleh karena itu periode tersebut dikenal sebagai masa keemasan anak atau golden age.

Ada beberapa alasan mengapa seringkali orangtua kurang memperhatikan kebersihan dan kesehatan gigi anak. Alasan yang paling banyak ditemukan adalah masih banyak orangtua yang beranggapan bahwa gigi pada anak adalah gigi susu ,jadi tidak usah dirawat karena nanti juga akan berganti dengan gigi tetap. Padahal sebenarnya justru pada masa gigi susu itulah anak harus mulai dajarkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan giginya.Karena alasan berikut :
1. Pada masa gigi susu,sedang terjadi pembentukan gigi tetap didalam tulang. Sehingga jika ada kerusakan gigi susu yang parah dapat mengganggu proses pembentukan gigi tetapnya. Hal ini dapat mengakibatkan gigi tetap nya tumbuh dengan tidak normal.
2. Mulut adalah pintu utama masuknya makanan kedalam perut. Mulut adalah lokasi pertama yang dilalui makanan dalam proses pencernaan. Jika terjadi gangguan pada mulut maka akan mengganggu kelancaran proses pencernaan.
3. Infeksi yang terjadi pada gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan organ didalam tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal,dll. Karena infeksi dalam mulut dapat menyebar kedalam organ-organ tersebut yang disebut dengan fokal infeksi.
4. Infeksi gigi dan mulut yang diderita anak akan membuat anak menjadi malas beraktivitas dan akan mengganggu proses belajar mereka.

Bagi para orangtua di rumah pendidikan kesehatan gigi sudah harus dimulai sejak gigi pertama ada dalam mulut anak.Bagaimana caranya?

Yaitu dengan selalu membersihkan gigi anak setiap selesai minum susu atau selesai makan. Tidak perlu menggunakan sikat gigi, namun bisa dilakukan dengan menggunakan kain kassa lembut yang dibasahi dengan air hangat. Sepertinya hanya sebuah perlakuan yang biasa saja, namun sesungguhnya hal itu memberikan sebuah pengalaman baru yang luar biasa pada anak. Ketika ibu membersihkan gigi dengan kain lembut yang dibasahi air hangat, anak merasa bahwa kegiatan membersihkan gigi adalah kegiatan yang menyenangkan dan itu akan terekam dalam memori anak.Dampaknya,ketika anak akan diperkenalkan dengan sikat gigi pada usia 1 tahun tidak akan ada lagi keluhan anak tidak mau menyikat gigi karena takut melihat sikat gigi yang akan dimasukkan dalam mulut mereka.
Ketika anak berusia dua tahun, jumlah gigi dalam mulut sudah lengkap dua puluh buah. Mulailah anak diajarkan menyikat gigi sendiri dan orangtua tetap mengawasi. Saat mereka sudah bisa berkumur, boleh ditambah dengan pasta gigi. Ajaklah anak untuk biasa mengkonsumsi sayur atau buah dan kontrol makanan manis yang mereka konsumsi. Bukan tidak boleh anak memakan makanan yang manis karena itu makanan kesukaan mereka. Hanya orang tua perlu mengontrol banyaknya atau macam dari makanan manis yang mereka makan.

Usia dua tahun merupakan usia yang pas bagi anak untuk belajar mengenal dokter gigi. Ajaklah anak ke klinik gigi untuk memeriksa gigi mereka walaupun belum ada keluhan. Karena bisa saja sudah terjadi lubang kecil pada gigi anak yang tidak dirasakan mereka namun sudah harus dilakukan penanganan oleh dokter gigi.

Jadikanlah pendidikan kesehatan gigi sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi anak. Karena dengan demikian kita sebagai orangtua tidak akan berteriak-teriak lagi menyuruh anak menyikat gigi saat mandi pagi dan Insya Allah kita tidak akan mengalami bangun tengah malam karena anak menangis karena giginya sakit. Dan yang lebih penting lagi proses tumbuh kembang anak tidak terganggu akibat anak sakit gigi.
Source : http://www.pdgi-online.com

Minggu, 16 Desember 2012

Jangan Takut Ajak Si Kecil Berenang!



Selama 9 bulan menjadi perenang didalam air ketuban, Anda harus percaya bahwa bayi juga perenang yang “hebat” di bulan awal kelahirannya. Kegiatan ini akan menyenangkan, dan tidak perlu takut bayi akan tersedak atau kemasukan air, asalkan Anda perhatikan hal berikut: 
  1. Pastikan bayi sehat. Batasi waktu. Untuk usia 4-7 bulan cukup 10 menit saja, agar bayi tidak sakit dan menelan terlalu banyak air. 
  2. Bayi yang sering di ajak berenang biasanya lebih mudah untuk makan dan tidur.
  3. Bayi bisa lebih dulu berenang didalam air sebelum ia bisa mengapung di permukaan.
  4. Untuk pelampung, pilih pelampung yang digunakan pada kedua pangkal lengan untuk melatih keseimbangannya.
  5. Tetap awasi bayi sambil mengajaknya bermain dalam air.

Dan inilah beberapa manfaat memngajak anak berenang sejak bayi:


  •  Anak-anak yang berenang sejak bayi, memiliki perkembangan motorik yang lebih baik. Berenang membuat bayi menggerakkan seluruh tubuh mereka, mulai dari tangan, kaki dan kepala.
  • Anak-anak yang berenang sejak kecil akan terbiasa mengikuti instruksi atau mendengarkan perkataan orang lain. Hal ini membuat kemampuan kognitifnya semakin berkembang. Perkembangan koginitif pada bayi meliputi berpikir, belajar, dan proses pemecahan masalah.
  • Anak-anak yang belajar berenang sejak kecil bisa lebih mudah beradaptasi dan bersosialiasi dengan orang lain. Hal tersebut karena saat berenang, mereka biasanya bertemu dengan anak-anak lain.
  • Saat berenang, anak-anak belajar bagaimana orang berbicara saat memberikan instruksi untuk bergerak. Sehingga ke depannya, anak-anak yang belajar berenang sejak bayi kemampuannya berbicara akan lebih cepat berkembang.

Kamis, 13 Desember 2012

Tips Agar Anak Cepat Berkomunikasi



Sebetulnya wajar saja apabila anak usia 2 tahun masih kesulitan untuk bicara, asalkan ada kosakata pertama yang diucapkanya dan si anak sudah mengerti apa yang dibicarakan, termasuk juga menjalankan apa yang kita minta (misalnya: "Nak, ayo kita mandi" atau bertanya pada anak "Mainan ini disimpannya dimnana?").
Ada banyak sekali cara agar anak bisa berkomunikasi dengan kita.

1). Memahami
Yang pertama tentunya adalah dengan mengenalkan lebih banyak lagi kosakata pada anak dan membuat anak memahami kata tersebut, ini bisa dilakukan dengan cara membacakan dongeng, mengobrol dengan anak, bercerita, menunjuk benda dan menyebutkan namanya, atau bisa juga dengan tanya jawab. Caranya adalah dengan berbicara pada anak seperti pada orang dewasa, namun dengan kosa kata yang sederhana dan cara bicara yang lembut, misalnya "Nak, jangan corat-coret di tembok nanti temboknya kotor loh, di buku saja yaa", pastikan anak mendengar apa yang kita bicarakan.Semakin dia paham apa yang kita intruksikan, maka anak akan semakin siap untuk berbicara.

2). Mencoba
Yang kedua, setelah ia memahami kosa kata, tentu saja ia harus mencoba. Caranya adalah meminta anak untuk mengatakan nama benda sebelum ia mendapat apa yang dia mau. Misalnya kita menyembunyikan mainan mobilnya, lalu anak ingin minta, anak diminta bilang "Mobil..", baru kalau ssudah berusaha bilang, kita berikan mainan mobilnya.

3). Makanan
Makanan anak pada usia 2 tahun seharusnya sudah bisa makan makanan yang tidak perlu dihaluskan (nasi dan lauk pauk keluarga), ini melatih otot bicaranya. Selain itu latihan meniup (meniup balon, lilin, gelembung sabun) juga membantu menstimulasi otot bicaranya.

Senin, 03 Desember 2012

Hentikan Pukulan Anak Dengan Tips Bijaksana





Di dalam keseharian tak jarang kita sering menemukan anak yang ringan tangan atau dengan kata lain anak tersebut terbiasa menggunakan pukulan unutk mengatasi masalah yang dia hadapi. Hal ini sangat tidak baik bagi perkembangan anak lain yang memang tidak terbiada berbuat seperti itu. Anak yang tidak pernah memukul akan menjadi pemukul jika berada satu lingkungan dengan anak yang sering menggunakan pukulan dalam kesehariannya.

Lalu apakah yang harus kita lakukan jika anak kita menjadi terpengaruh kebiasaan memukul tadi dan menjadi anak yang sering melancarkan pukulan kepada orang lain di dalam lingkungannya?

Meski anak punya alasan untuk memukul, bukan berarti Anda mengizinkannya main pukul untuk mengekspresikan perasaan atau menyalurkan kelebihan energinya. Berikut ini, iniopiniku.com akan berbagi kepada Anda bagaimana cara bijak mengatasi kebiasaan anak yang suka main pukul:

1. Hindari Teriakan, “Jangan Pukul!” Teriakan Anda bukanlah cara yang tepat untuk melarang. Anda perlu bicara tegas, diikuti penjelasan, tapi bukan berteriak. Misalnya, “Nah, jangan pukul temannya, ya. Karena temanmu bisa sakit.” Dari cara ini, anak dapat mendengar pesan Anda dan mencerna penjelasan Anda tanpa perlu harus mendengar teriakan Anda.
2. Ganti Pukulan Dengan Kalimat. Ganti perilaku memukul dengan cara lain. Misalnya, ajarkan ia kata-kata seperti “Jangan ambil!”, “Ini punyakku!”, “Tidak Boleh!” atau “Pergi!”. Sehingga saat teman si kecil merebut mainan yang sedang dimainkan, ia dapat mengatakan kata-kata itu, sebagai bentuk pembelaan dirinya, bukan memukul.

Semoga tips ini bermanfaat bagi para orang tua yang ingin merubah kebiasaan anaknya dalam pukul memukul.